Jumat, 30 Desember 2011

tentang Infeksi Menular Seksual


IMS (Infeksi Menular Seksual)
Apa itu IMS? IMS atau dahulu sering disebut dengan PMS(Penyakkit Menular Seksual) atau sering disebut penyakit kelamin merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus yang ditularkan dari satu orang kepada orang lain terutama melalui hubunga seks.
Jenis infeksi ini terutama menyerang alat kelamin baik laki-laki maupun perempua. Jika infeksi ini tidak diatasi bisa menyebabkan alat kelamin mengalami gangguan bahkan tidak berfungsi.
Beberapa jenis IMS yang umum dikenal seperti raja singa (sifilis), kencing nanah (gonorhe), dan herpes.
Karena dapat menular lewat hubungan seksual, HIV dapat dikategorikan sebagai IMS.

Cara Penularan IMS
Terutama :
melalui hubunagn seks baik seks oral, anal, maupun genital. Penularan akan terjadi jika ada kontak langsung antara luka di alat kelamin dengan darah atau cairan sperma dan vagina yang sudah tercemar bakteri atau virus.
Cara enularan yang lain adalah :
melalui jarum suntik, jarum tatto, jarum tindik, alat-alat kedokteran yang tercemar virus/bakteri dan dari ibu kepada bayinya pada saat proses dalam kandungan, persalinan maupun menyusui.
IMS = Pintu masuk HIV
Dengan adanya IMS, maka HIV akan lebih mudah masuk atau menular karena adanya cairan tubuh dan terbukanya pembuluh darah pada luka akibat IMS.

Gejala IMS
Gejala Umum :
·         Seringkali tanpa gejala (terutama pada perempuan)
·         Rasa sakit/gatal pada alat kelamin
·         Muncul benjolan, bintil atau luka
·         Pembengkakan di pangkal paha
Gejala pada perempuan:
·         Keluar cairan kekuningan dan berbau
·         Keluar darah pada masa bukan haid
·         Jika berhubungan seks terasa sakit


Gejala pada laki-laki:
·         Pada saat kencing terasa sakit
·         Ujung penis jika dipencet akan keluar nanah
·         Pembengkakan pada buah pelir

Pengobatan IMS
Sebagian besar IMS dapat diobati jika:
·         Periksakan diri ke dokter sejak dini
·         Jujur dan terbuka tentang pengalaman seksualnya kepada dokter
Semakin cepat memeriksakan diri :
·         Semakin kecil IMS dapat merusak tubuh
·         Juga memperkecil kemungkinan IMS menular orang lain

Pencegahan IMS
·         Menerapkan prinsip :
Anda jauhi hubungan seks
Bersikap saling setia
Cegah dengan kondom
Dihindari narkoba suntik
Edukasi
·         Segera mengobati IMS ke klinik atau rumah sakit
·         IMS tidak dapat dicegah melalui:
A.   Minum/suntik antibiotik
B.    Melihat bersih atau tidaknya pasangan
C.    Mencuci sebelum atau sesudah berhubungan seks
D.   Minum jamu


Rabu, 28 Desember 2011

ayo lebih mengenal organ reproduksi wanita :p


hai para ledies, kita harus tau lho apa aja sih bagian2 dr organ seksual kita juga fungsinya...
ORGAN REPRODUKSI WANITA terdiri dari 2 bagian, yaitu eksterna dan interna,, di bawah ini penjelasannya :)

  1. GENETALIA EKSTERNA : VULVA
Terdiri dari :

Mons pubis, dewasa biasanya ditutupi rambut, bentuk triangular dengan basis di atas.
Labia majora, lipatan kulit tebal karena jaringan subkutan banyak mengandung lemak, ke belakang bersatu membentuk komisura posterior, permukaan luar ditumbuhi rambut dan banyak mengandung kelenjar minyak dan pleksus-pleksus vena.
Labia minora, lipatan kulit sebelah medial labia majora, kemerahan dan selalu basah, mengandung kelenjar minyak dan kelenjar keringat, akhiran saraf sensible, ke depan membentuk frenulum klitoris, ke belakang membentuk frenulum labiorum minorum (fourchet).
Klitoris, identik dengan penis, banyak mengandung akhiran saraf sensible
Vestibulum, dibatasi labia minora kanan-kiri, klitoris dan fourchet. Di dalamnya terdapat 6 lubang yaitu: 1 orifisium uretrae eksternum, 2 muara kelenjar parauretralis, 1 introitus vaginae, 2 muara kelenjar bartholini (membasahi vestibulum saat rangsangan seksual)
Bulbus vestibuli, kumpulan vena di bawah mukosa vestibulum, sebagian tertutup m.bulbokavernosus dan isiokavernosus, identik dengan corpus spongiosus penis.
Himen, terdiri dari jaringan ikat elastis dan kolagen, ditutupi epitel skuamous kompleks, sisa-sisa himen setelah melahirkan disebut karunkula himenalis. Tipe –tipe himen :
  1. Himen Lunaris : himen seperti bulan
  2. Himen Semi Lunaris : himen seperti bulan sabit
  3. Himen Cribiformis : himen seperti lapisan
  4. Atresia Himenalis : himen yang bulat menutup sluruh orivisium vagina
  5. Himen Septata : himen seperti jendela


PERINEUM
à Dibentuk oleh diafragma pelvis (m.levator ani, m.koksigeus dan fasia) dan diafragma urogenitalis (m.transversus perinei profundus, m.sfingter uretrae dan fasia). Korpus perinei, terdiri atas rafe medianus m.levator ani dan tendo sentralis, tempat melekat m.bulbokavernosus, m.sfingter ani eksternus dan m.transversus perinei superfisialis. Bangunan ini yang berfungsi menyokong vulva dan vagina. Pada persalinan mudah robek kecuali dikerjakan episiotomi dengan tepat. Otot-otot dasar panggul, terdiri dari m.levator ani (m.ileokoksigeus, m.pubokoksigeus dan m.puborektalis) dan m.koksigeus




  1. GENETALIA INTERNA
Terdiri dari :

VAGINA
à Pipa mukulomembranosa yang membentang antara vulva sampai uterus, pada virgin berbentuk seperti pipa gepeng, panjang dinding anterior 6-7 cm, dinding posterior 7-10 cm, berfungsi sebagai saluran keluar uterus, alat sanggama dan jalan lahir. Puncaknya disebut forniks (anterior, lateral dan posterior). Epitel vagina banyak mengandung glikogen yang oleh kuman Doderlein dirubah menjadi asam laktat sehingga pH vagina sekitar 4-5.

UTERUS / rahim
à Terdiri dari dua bagian utama, serviks dan korpus, yang dipisahkan isthmus. Ukuran uterus wanita dewasa yang belum pernah melahirkan kira-kira sebesar telur ayam, panjang 7-8 cm lebar 4-5 cm. Di bagian fundus sebelah lateral terhubung dengan tuba uterina. Serviks membuka ke dalam vagina melalui ostium uteri internum dan ostium uteri eksternum.
Bagian-bagian rahim :
  1. Dasar rahim / Fundus uteri
  2. Ronga rahim / cavum uteri
  3. Saluran leher rahim / Kanalis Servikalis
  4. Leher rahim/ Servik
Uterus terdiri dari otot –otot polos yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat mendorong isinya saat persalinan. Lapisan uterus dibagi menjadi :
  1. Perimetrium : lapisan paling luar
  2. Miometrium : otot tengah
  3. Endometrium : lapisan dalam uterus
Hubungan antara uterus dan servik terdapat dua bagian penting :
  1. OUI (Ostium Uteri Internum) :Hubungan antara cavum uteri dan canalis servikalis/ saluran leher rahim sebelah dalam.
  2. OUE (Osteum Uteri Eksternum) : Mara canalis servikalis ke vagina.
TUBA UTERINA
à Keluar dari korpus uteri, panjang 8-14 cm, terdiri atas pars intertisialis, isthmus, ampula dan infundibulum yang dilengkapi fimbria.
  1. Pars interstitialis (Intramuralis) : bagian tuba yang berjalan dari dinding uterus, mulai dari Ostium Internum Tuba.
  2. Pars Isthmica : bagian tuba yang paling lurus sempat
  3. Pars Ampularis : bagian tuba yang paling lebar, konsepsi sering terjadi di sini
  4. Infundubulum : ujung tuba dengan umbai-umbai yang disebut “Fimbrai”
Sikap uterus di tengah-tengah rongga panggul dipertahankan oleh :
  1. Tonus otot uterus
  2. Ligamentum-ligamentun uterus
  3. otot dasar panggul
Posisi uteru ada dua :
1.     Ante fleksi : Jika sudut yang dibentuk servik dan sumbu korpus membuka ke depan
2.    Retro fleksi : Jika sudut membuka ke belakang.

OVARIUM
 Berfungsi sebagai tempat pematangan sel germinal dan sumber produksi hormon seks. Bagian ovarium dibagi menjadi dua; cortek(bagian luar) dan medula (bagian dalam). Didalam ovarium terdapat berpuluh-puluh ribu sel telur yang masih muda ( Folikel Primordial), Folikel degraf (sel telur yang matang), badan merah (corpus rubrum) dan badan kuning (corpus luteum).